Gaya Relawan Budiman dalam Berpolitik

Prabowo Budiman Bersatu (Prabu) adalah hasil dari diskusi menarik antara Budiman Sudjatmiko dan Prabowo Subianto di jalan Kertanegara, Jakarta. Dari percakapan itu lahirlah ide untuk membuat relawan yang mendistribusikan pemikiran mengapa Budiman mendukung Prabowo. Pembentukan relawan ini tidak hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk nanti ke depan. Alasan dipilihnya organisasi yang berbentuk relawan, karena di banyak negara relawan harus memiliki kesadaran untuk menginisiasi gerakan kebaikan. Buat Budiman, perjalanan politiknya ke depan akan menjadi langkah totalitasnya mewujudkan apa yang dia impikan semenjak pertama kali tertarik di dunia politik. Budiman ingin mendistribusikan kebaikan, kesejahteraan dan intelektualisme sebagai syarat menjadi bangsa yang maju dan beradab.
Prabu diresmikan pertama kali di Semarang. Acara yang dihelat secara sakral ini memang hanya untuk mengabarkan bahwa saat itu telah berdiri sebuah organisasi relawan yang bergerak untuk menyebarkan apa yang menurut Prabowo dan Budiman baik bagi negeri ini. Acara itu hanya diisi monolog dan percakapan ringan antara Prabowo dan Budiman. Tetapi, dari sana lahirlah semangat untuk membawa ide besar ini ke tempat yang lebih luas. “Saya titip Indonesia ke tangan Pak Prabowo,” ungkap Budiman di atas mimbar. Mungkin kalimat itu klise, tetapi kalau kita kenal Budiman, ada dua hal yang tersirat. Pertama, Budiman memang konsen dengan masa depan negeri ini. Kedua, Prabowo memang akan menang dan memegang kendali pemerintahan. Budiman sangat yakin Prabowo akan menjadi presiden tahun ini. Salah satu sebabnya tentu karena hadirnya Pak Jokowi yang mendukung Prabowo untuk melanjutkan program-programnya. Dukungan Budiman Itu sebuah keniscayaan, bukan hanya politik dagang sapi. Karena, sampai saat ini Budiman pun tidak pernah meminta-minta jabatan pada Pak Prabowo.
Setelah Semarang selesai, Prabu membuat rencana kampanye di tujuh kota: Lampung, Purwokerto, Denpasar, Magelang, Solo, Sidoarjo, dan Jogja. Di Lampung, Budiman berkata tentang kemiskinan, keberlanjutkan, dan produktifitas manusia yang intelek dan kreatif. Di Purwokerto, Budiman menjelaskan tentang kebudayaan sebagai alat perekat nasioalisme. Di Denpasar, Budiman menyapaikan pemikiran tentang peningkatan sumber daya manusia dan tentu saja tentang pariwisata Bali. Bagaimana meningkatkan intelektual masyarakat Indonesia adalah konsen dari Prabowo-Gibran yang disampaikan Budiman. Salah satu programnya tentu saja dengan memberi makan gratis pada anak-anak. Selain itu semua, masih banyak pemikiran tentang kebangsaan lainnya selalu mengisi setiap panggung Prabu.
Acara yang digelar prabu sendiri di beberapa tempat seringkali bekerja sama dengan kekuatan lokal. Seperti, di Bali Prabu bekerja sama dengan Tim Kemenangan Daerah (TKD) Bali. Di Purwokerto dan Jogja, Prabu juga bekerja sama dengan relawan lokal. Hal ini menunjukan Budiman sendiri memiliki keterbukaan bekerja sama dengan banyak golongan. Acara Prabu sendiri yang dimulai dari Semarang hingga Jogja dihadiri beragam tokoh, seperti, Hasim Djoyohadikusumo, Kaesang Pangarep, dan pastinya Prabowo dan Gibran sebagai Capres dan Cawapres.
Acara ini selalu menampilkan Dewa sebagai hiburannya. Pertimbangan Budiman sendiri menampilkan Dewa, karena kebudayaan adalah alat komunikasi yang efektif dan ringan untuk berbagi pikiran. Bagi Prabu, gembira bersama-sama adalah salah satu tujuan kampanye Prabowo-Gibran. Sebagaimana teori budaya populer, tidak butuh kesulitan bagi mayoritas orang untuk menikmati musik Dewa.
Acara Prabu selalu penuh. Selain dialog politik dan musik, banyak tenant yang bisa berjualan di sana tanpa dipungut bayaran. Everybody happy. Mungkin ini bentuk baru dari cara Budiman mendukung paslon 02. Setelah selesai semua, yang diharapkan dari rangkaian acara ini adalah apa yang dikampanyekan memicu pembicaraan tentang paslon dan programnya di sosial media, di rumah, dan di tempat lainnya. Buat Prabu sendiri, ini hanya langkah awal dari langkah panjang pemaparan visi dan visi tentang Indonesia ke depan. Bagaimanapun, Prabu akan menjadi alat bagi Budiman untuk berbagi program ataupun pemikiran. Prabu juga menjadi penyambung lidah untuk pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan. Dengan apa yang Prabu lalui, dengan apa yang Prabu kerjakan kemarin, mereka yakin Prabowo-Gibran satu putaran…. Mengapa? Karena antusias warga lokal yang ingin Prabowo-Gibran menjadi presiden cukup masif.

Tentang Budiman

UU Desa

Podcast Pilihan

Kutipan

Pemikiran

Desa dan SDA

Budaya dan Aktivisme

Ekonomi

Teknologi

Jejaring

© 2024 Tim Budiman Sudjatmiko